Senin, 19 Maret 2012

Buku Electrik Bahasa Indonesia Kelas X

Buku Electrik Bahasa Indonesia Kelas X: Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk SMA/MA Kelas X Penulis : Sri Utami ...

soal ulangan semester ganjil kelas XI IPA/IPS

Teh Dedeh Thea: soal ulangan semester ganjil kelas XI IPA/IPS:       Kutipan paragraf berikut untuk soal nomor 1 s.d. 4. Bacalah dengan saksama!        ...

Kamis, 15 Maret 2012

Cukup minum air putih- Intisari Online

Bergaya padahal salah jalan- Intisari Online

Senin, 28 November 2011

Gaya dan Bahasa Pidato di Depan Umum

GAYA LISAN
Gaya lisan merupakan kualitas berbicara yang jelas dibedakan dengan bahasa tulisan. Susunan kata dan tata bahasa yang Anda gunakan tidak dapat berbicara persis seperti yang Anda tulis. Berdasarkan pengamatan sejumlah tulisan dan pengamatan dari ebebrapa peneiti, De Vito (1965, 1990a) menyatakan bahwa pada umumnya bahasa lisan terdiri dari kata-kata yang lebih sederhana, lebih pendek, dan lebih populer daripada kata-kata dalam bahasa tulisan. Bahasa lisan mengandung sejumlah besar istilah referensi sendiri, ungkapan, istilah yang kuantitatif semu (misalnya banyak, sangat, berbagai, sejumlah), lebih banyak mengandung pernyataan yang menyatukan pembicara sebagai bagian dari pengamatan, dan lebih banyak menggunakan kata benda daripada kata keterangan. Sebagaian besar gaya berbicara ini harus dipertahankan di dalam pembicaran di depan umum, namun harus diberikan polesan gaya yang diperkirakan cocok untuk keperluan bericara dan paling efektif dalam mengomunikasikan maksud kepada khalayak pendengar.
Berikut ini pedoman dalam menyusun pidato dalam rangka menghasilkan gaya lisan yang memperhatikan kesempurnaan dan persuasif:
1. kita bicarakan dahulu bagaimana memilih kata untuk mencapai gaya pidato yang efektif.
2. kita akan mengupas beberapa saran dalam menyusunm gaya kalimat yang memberikan kejelasan dan penguatan.

PILIHAN KATA
Dalam berpidato hendaklah memilih kata dengan seksama yang lebih menguraikan, lebih gamblang, lebih sesuai, lebih personal, dan lebih menguatkan.
Uraian dalam gaya bericara harus merupakan tujuan utama dalam berpidato. Berikut pedoman untuk membuat pembicaran yang lebih jelas.
1. yang ringkas, contoh warnanya biru, pukul 21.00 malam hari
2. gunakan istilah dan angka spesifik, contoh lebih baik katakan anjing daripada makhluk hidup
3. gunakan ungkapan yang memandu contoh pendapat saya berikutnya adalah …, coba kita perhatikan bagaimana cara.
4. gunakan istilah pendek, populer, dan umum, contoh lebih baik mengatakan menggali daripada mengorek keterangan
5. gunakan ulangan dan ringkasan internal
6. yang gamblang
7. gunakan kata kerja aktif, contoh lebih baik manajemen menemui kita besok daripada manajemen akan berada di sini besok.
8. gunakan teknik berpidato, perhatikan aliterasi, hiperbola, metafora, metonimi, personifikasi, pertanyan retorik, dan simile
9. gunakan indera, rangsang indera perasaan khalayak
10. indera penglihatan, dalam menguraikan obyek ciptakan bayangan seolah-olah khalayak melihatnya mulai visualisasi tinggi, berat, warna, berntuk, besaran
11. indera pendengaran, rangsang khalayak untuk menguraikan bunyi, misal angin mendesisi, teriakan guru
12. indera perasa, gunakan istilah yang merangsang perasaan pendengar, misal halusnya kulit bayi yang baru lahir, kasarnya kertas ampelas
13. kesesuaian, mengikuti pedoman untuk membantu memilih bahasa yang sesuai
14. berbicara pada formalitas yang sesuai, misalnya ucapkan takkan daripada tidak akan
15. hindari kata asing, jargon, kata teknis, dan singkatan. Memang beberapa singkatan tak asing bagi pendengar, namun harus hati-hati karena tidak semua pendengar paham. Oleh sebab itu, penggunaan singkatan harus diikuti oleh penjelasan artinya.
16. hindari siang dan ungkapan vulgar, tidak boleh menyinggung perasaan pendengar
17. hindari istilah dan ungkapan yang ofensif, misal lebih baik menyebut pemain drama daripada dramawan
18. gaya personal, lebih baik pembicara yang bericara dengan mereka daripada berbicara kepada mereka
19. gunakan kata ganti orang, misal lebih baik ia, saya, anda daripada seseorang
20. pertanyaan langsung ke khalayak, mengajak pendengar untuk menjadi bagian acara dari pembicaraan
21. ciptakan kesiapan, lebih baik mengatakan Anda akan menyukai membaca… daripada Setiaporabg akan menyukai membaca…
22. penguatan, dengan mengendalikan perhatian, pikiran dan perasaan khalayak, dengan bahasa yang menguatkan
23. hilangkan yang melemahkan, misalnya rasanya, menurut pendapat saya
24. hindari kata umum dan klise, misalkan saya tidak mengetahui seni modern, tetapi saya tahu apa yang saya sukai atau ungkapan klise seperti manis seperti madu
25. mainkan intensitas suara dengan derajat inetnsitas gaya yang berbeda-beda untuk menciptakan suasana yang mendalam

PEMBENTUKAN KALIMAT
Pidato yang efektif memerlukan perhatian khusus dalam pembentukan kalimat. Berikut ini beberapa pedomannya.
1. pilih kalimat pendek
2. pilih kalimat langsung, misalnya lebih baik mengatakan Kita tidak usah menerima rancangan … saya tunjukkan kepada Anda tiga alasan daripada Saya ingin memberitahu Anda mengenai tiga alasan mengapa kita tidak perlu menerima rancangan …
3. pilih kalimat aktif, lebih baik mengatakan Manajemen menyetujui proposal itu daripada Proposalnya disetujui oleh manajemen
4. gunakan kalimat yang positif, lebih baik mengatakan kami menolak proposal itu daripada kami tidak menerima proposal itu
5. variasi jenis dan panjang kalimat.Kalimat harus pendek, langsung, aktif, dan positif memang benar, namun terlalu banyak kalimat yang jenis dan panjangnya sama akan terasa membosankan. Gunakan variasi dalam pembentukan kalimat sementaras dengan tetap memperhatikan pedoman umum di atas.

Rangkuman dari DeVito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Professional Books

Selasa, 04 Oktober 2011

PREDIKSI UN 2012

MODUL 2
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ Program : XII/ IPA, IPS
Penyusun : Ari Atmaji, M.Pd.


1. Keluargaku tak pernah memaafkannya. Barangkali mereka tak sanggup menerima bahwa aku sendiri sudah lama mengampuninya. Mereka tak bisa mengerti bahwa aku sanggup tetap mengasihi orang yang telah mengucilku ke mari.

Karakter tokoh aku dalam penggalan novel Raumanen di atas adalah ... .
a. pemaaf dan setia
b. sabar dan lembut
c. setia dan serius
d. lembut dan perasa
e. perasa dan acuh tak acuh

2. DOA
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

Caya-Mu panas suci
tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Chairil Anwar
Tema puisi tersebut adalah ... .
a. kekecewaan
b. ketuhanan
c. keheningan
d. kesedihan
e. kerelaan

3. Wak Katok berumur lima puluh tahun. Perawakannya kukuh dan keras, rambutnya
masih hitam, kumisnya panjang dan lebat, otot-otot tangan dan kakinya
bergumpalan. Tampaknya masih serupa orang berumur empat puluhan saja. Bibirnya
penuh dan tebal, matanya bersinar tajam. Dia juga ahli pencak dan dianggap dukun
besar di kampung. Dia terkenal juga sebagai pemburu yang
mahir.

Harimau! Harimau!, Mochtar Lubis
Watak Wak katok dalam penggalan novel di atas dilukiskan dengan cara ... .
a. pengarang dengan langsung menganalisis watak pelaku
b. perbincangan pelaku lain terhjadap pelaku utama
c. bagaimana reaksi pelaku itu terhadap suatu kejadian
d. melukiskan keadaan sekitar pelaku
e. bagaimana pendapat pelaku lain terhadap pelaku utama

4. Sukri meraba pisau belati dipinggangnya. Dia menanti bis melintas di halte. Kemudian tidak lama setelah itu sebuah bis berhenti. Dia melompat naik ke dalam bis. Dia duduk di pinggir dekat jendela. darahnya masih tetap mendidih. Dia raba pisau belatinya. Dia lihat dari balik kaca bis, skuter menyelip bis yang ditumpanginya. Dia marah melihat skuter itu. Dia raba pisau belati di pinggangnya. Dia buka pintu pagar rumah Sumarni. Dia lihat skuter diparkir di pekarangan. Sumarni duduk berdua dengan pengendara skuter itu. Dia menyelinap di balik belukar mawar.
Sukri Membawa Pisau Balati, Hamsad rangkuti
Watak Sukri dalam penggalan cerita di atas adalah sebagai berikut, kecuali ... .
a. penghayal
b. pendendam
c. pendusta
d. pencemburu
e. pemarah

5. " Rukiah tidak bersekolah itu bukan salah hamba, melainkan salah kakanda sendiri, sudah berapa kali hamba minta kepada kakanda, supaya anak itu disekolahkan, tetapi kakandalah yang tak suka, karena tak baik, kata kakanda anak perempuan pandai menulis dan membaca suka menjadi jahat. Sekarang hamba yang disalahkan.
Kasih tak Sampai
Nilai budaya yang sesuai dengan petikan novel di atas adalah ... .
a. anak perempuan harus bersekolah
b. anak perempuan suka jahat
c. anak perempuan pandai menulis
d. anak perempuan tidak perlu sekolah
e. anak perempuan tidak baik sekolah

6. .... .
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Kerawang - Brkasi

Amanat yang tampak dalam penggalan puisi di atas adalah ... .
a. Hargai jasa para pemuda yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan
b. Supaya kita selalu mengingat nama-nama para pahlawan kemerdekaan
c. Wapada terhadap segala gangguan yang dapat merusak citra bangsa
d. Hendaknya bersiaplah untuk gugur demi membela bangsa dan negara
e. Hendaknya kita menguburkan dengan wajar tulang-tulang mereka

7. Pertama-tama yang akan saya temui lebih dahulu ialah ninik mamak, pemangku-pemangku adat negeri-negeri yang kita sebutkan tadi, sebab di daerah ini orang-orang adat itu masih kuat sekali kedudukannya. Bukan mereka tidak mau ditinggalkan, tetapi anak kemenakan mereka tidak mau meninggalkan. Umpamanya, kalau ada orang yang menyuruh bergotong royong, mereka menjawab," Ninik mamak saya belum mengatakan...."

Panggilan Tanah Kelahiran, Datuk B. Nurdin Yakob
Nilai budaya dalam penggalan novel di atas adalah ....
a. Selau bergotong royong dalam melakukan sesuatu di masyarakat
b. Menjungjung tinggi adat-istiadat di lingkungan masyarakat
c. Selalu menghargai pendapat para tokoh masyarakat di sekitar itu
d. Pemangku adat di negeri itu sangat kuat kedudukannya
e. Pemangku adat di sekitar itu selalu ingin dihargai dan dihoemati

8. "Siapa yang memberimu makanan ini?"
"Martin. Pemiliknya."
"Nanti kuucapkan terima kasih kepadanya."
"Tak usah," kata anak itu, aku sudah mengucapkannya."
"Nanti kuberi dia daging perut ikan besar," kata lelaki tua itu. "Apakah dia memberi kita makanan lebih dari sekali ini?"
"Kukira begitu."
"Kalau begitu aku harus memberinya lebih dari sekedar daging perut. Ia rupanya sangat memikirkan kita."
"Ia pun memberi dua bir."
"Aku suka yang dalam kaleng."
"Ya, aku tahu. Tapi ini yang dalam botol, bir Hatuey, dan kukembalikan botol-botolnya."
"Kau anak baik," kata lelaki tua itu. "Kita makan sekarang?"
"Sudah sejak tadi kuajak kau," anak itu menjawab dengan sopan, "aku takakan membuka panci ini sebelum kau siap."
"Sekarang aku siap," kata lelaki tua itu, "tinggal membasuh tangan saja aku tadi."

Nilai moral yang terdapat pada penggalan cerita itu adalah ... .
a. membalas budi kebaikan orang dengan keramahan *
b. memberi sesuatu sebagai imbalan
c. pemberian minuman sebagai tanda senang
d. sikap hormat kepada orang tua
e. berbuat baik sesama manusia

9. " Aku tidak akan meminta yang bukan-bukan, Sukri. Kemiskinan telah membikin aku
terbiasa untuk menerima apa adanya. Kau tidak usah memikirkan kado. Dirimu adalah kado perkawinanku yang berharga. Apabila aku sebagai istrimu aku telah bahagia. Jangan pikirkan kado yang tidak-tidak.

Watak tokoh aku dalam penggalan cerita di atas adalah ... .
a. pasrah dan penurut
b. penurut dan sabar
c. sabar dan setia
d. setia dan taat
e. lugu dan jujur

10. "Suria! Hal sekecil itu sudah menerbitkan marahnya, remah anaknya telah menyempitkan merihnya! Akan tetapi hal lain-lain, yang patut dan mesti diperhatikan, hampir tiada pernah diperdulikannya. Rumah tangga! Begini sulitnya urusan rumah tangga, begini susahnya hidup sekarang ini, Suria berlaku bagai acuh tak acuh juga. Yang dipentingkan hanyalah kesenangan dirinya. Burungnya lebih perlu kepadanya daripada anak-anaknya. Hampir tak pernah ia bertanya, bagaimana sekolah Aleh dan Enah.... "
Dari Katak Hendak Jadi Lembu
Penyebab konflik dalam kutipan novel tersebut adalah ... .
a. Suria sibuk dengan pekerjaannya
b. Suria menghadapi banyak masalah
c. Aleh dan Enah susah diurus oleh ibunya
d. Suria mementingkan pemeliharaan burungnya
e. pertengkaran Suria dengan istrinya yang berkepanjangan

11. Gunung tinggi diliputi awan
Berteduh langit malam dan siang
Terdengar kampung memanggil taulan
Rasakan hancur tulang belulang

Maksud penggalan puisi di atas adalah menggambarkan ... .
a. keindahan gunung yang menjulang tinggi
b. kerinduan yang mendalam kepada kampung halaman
c. perkampungan yang dipayungi awan biru yang indah
d. keindahan gunung yang puncaknya selalu berawan
e. seakan kampung halaman memanggilnya

12. Percakapan itu lancar, mengiringi gerak dan sentuhan bidan yang pasti dan ahli memeriksa payudara pasien, pernafasan, mata, tenggorokan. Kemudian mencuci tangan, mengenakan pelindung dari karet.
"Anaknya berapa, Bu?"
"Lima."
"Wah, sudah banyak! Mengikuti Ka-Be atau tidak?"
Pasien itu tidak segera menyahut. Lalu berkata sambil membuang pandang.
"Suami saya tidak mau."
"Euh!" bidan mengeluarkan bunyi sesalan."Ya, dia sih enak saja.! Ibu yang cape!"
Ditanya umur, rumah, nama anak-anaknya. Tiba-tiba bidan itu memandangi wajah pasiennya lagi, seakan-akan mencari satu pengenalan. Ya, benar! Pasien ini sudah pernah diperiksanya.
Etah berapa kali. Barangkali setiap kali beranak.!

Permasalahan dalam penggalan cerita di atas adalah... .
a. agar setiap bidan tidak selalu membicarakan masalah pribadi pada saat bertugas
b. agar setiap bidan tidak bertanya tentang jumlah anak pasiennya
c. agar setiap orang tidak memandang rendah kehidupan orang lain
d. agar setiap ibu merencanaka dan membatasi kehamilannya dengan mengikuti KB
e. agar setiap bidan bersikap ramah, sopan, dan bertindak sesuai dengan tugasnya

13. Rapiah dan mertuanya tidak pernah keluar rumah. Sekalian orang yang datang bertandang sudah mengetahui bahwa mereka tak usah lagi mengetuk pintu atau berseru-seru di beranda muka, melainkan bolehlah terus ke belakang saja buat menemui orang rumah.
Seorang pun di antara segala sahabat Hanafi tak datang ke rumahnya, karena selama ini yang dicari oleh mereka hanyalah Hanafi saja, sedang ahli rumahnya yang lain hanyalah berguna buat menyediakan hidangan belaka.
Kedua perempuan itu, mertua dan menantu, sedang asyik bekerja di dapur. Syafei tidur nyenyak dalam buaian di beranda belakang, diayun-ayun oleh si Buyung.
Salah Asuhan
Nilai moral dalam penggalan novel di atas adalah ... .
a. masuk rumah orang tidak perlu minta izin dulu
b. mertua dan menantu harus rukun dan damai
c. seorang menantu harus taat kepada mertua
d. perempuan lebih banyak berperan dalam rumah tangga
e. tamu yang diterima hanya untuk suami saja

14. Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
Mereka ialah ibu-ibu yang perkasa
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
Mereka; cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa
Hartoyo Andangjaya
Pokok masalah dalam penggalan puisi di atas adalah ... .
a. ibu-ibu rumah tangga yang gagah perkasa
b. ibu-ibu yang mencari nafkah ke kota
c. ibu-ibu pedagang sayur dari sebuah desa
d. ibu-ibu rela berjuang demi menghidupi keluarganya
e. ibu-ibu pejuang yang rela mengorbankan tenaganya

15. Aku membaca tulisan yang berjudul Psychologi. Ia tampak malu, menghindari pertanyaan, tanpa kata terucap, tipe seorang ibu yang baik.
"Aku suka kau tidak merokok atau tidak minum-minuman keras"
" Itu tidak bisa dikatakan jelek."
"Yah, mungkin aku lupa menghentikannya" Aku berharap ia tidak memikirkan hal itu.
Jodoh yang Sempurna
Nilai budaya yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia dalam penggalan cerpen
terjemahan di atas adalah ... .
a. membaca buku
b. merokok di depan orang
c. minum-minuman keras sambil merokok
d. merokok sambil berbicara
e. merasa malu

Sabtu, 01 Oktober 2011

PREDIKSI UJIAN NASIONAL 2012

MODUL I BAHASA INDONESIA
OLEH : ARI ATMAJI, M.Pd.

1) Premis Umum : Semua penderita kanker tidak boleh makan makanan yang
berpengawet.
Premis Khusus : Pak Markus penderita kanker
Kesimpulan : …

Kalimat yang tepat untuk melengkapi silogisme tersebut adalah .…
A.Setiap makanan yang berpengawet memicu sel kanker.
B.Pak Markus tidak boleh makan makanan yang berpengawet.
C.Pak Markus harus meninggalkan makanan berpengawet.
D.Pak markus sembuh karena tidak makan makanan berpengawet.
E.Makanan berpengawet tidak boleh dimakan Pak Markus.

2) Pada awal Pelita I penduduk Indonesia berjumlah 120 juta jiwa. Pada tahun 1980 jumlah itu bertambah menjadi 141 juta. Lima tahun kemudian menjadi 164 juta. Pada saat sensus penduduk tahun1990 jumlah itu telah menjadi 179 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk 1,97 % / tahun. Jumlah penduduk diperkirakan akan mencapai 200 juta pada tahun 2000, dan pada PJP II mencapai 267 juta orang.

Kalimat simpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf generalisasi tersebut adalah ….
A.Karena itu, jumlah penduduk Indonesia terus berkembang.
B.Jadi, jumlah penduduk Indonesia tidak tetap setiap tahunnya.
C.Karena itu, jumlah penduduk Indonesia sedikit bertambah.
D.Jadi, jumlah penduduk Indonesia tidak dapat diatasi
E.Karena itu, solusinya dengan menggalakkan KB.

3. Dengan hormat,
Sehubungan penetapan lokasi perkemahan yang telah disepakati pada rapat lalu,
dengan ini kami beritahukan adanya perubahan, karena ternyata lokasi yang telah
ditetapkan tidak sesuai dengan lokasi yang perkemahan. Untuk itu, informasi
selanjutnya akan secepatnya kami beritahukan.
.........
Isi berita yang terkandung dalam surat di atas adalah ....
A . lokasi perkemahan telah disepakati bersama
B . informasi tentang lokasi perkemahan
C . penetapan lokasi perkemahan
D . perubahan lokasi perkemahan
E . lokasi perkemahan tidak memenuhi syarat
4. Dari hasil berbagai studi tentang transmigrasi dapat diketahui bahwa
transmigrasi swakarsa murni lebih berhasil. Hal ini terjadi karena para
transmigran swakarsa murni mempunyai tekad dan kemauan untuk memperbaiki
hidupnya. Mereka dapat melihat dan memanfaatkan kesempatan-kesempatan dan
fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.

Pikiran utama paragraf di atas adalah ...........
A . Tekad transmigrasi swakarsa murni.
B . Pemanfaatan fasilitas oleh transmigran.
C . Kemauan transmigrasi swakarsa murni.
D . Keberhasilan transmigrasi swakarsa murni
E . Pemberian kesempatan kepada transmigran.
5. Penyelenggaraan pameran dan promosi akan makan biaya yang tidak sedikit . Oleh
karena itu, biaya itu harus diperhatikan secara cermat dalam perencanaan, agar
tidak terjadi besar pasak daripada tiang.
Makna peribahasa yang digunakan pada penggalan wacana di atas adalah .........
A . Menekan biaya pameran dan promosi agar mendapat hasil.
B . Ongkos pameran dan tidak sebanding dengan hasil.
C . Kebutuhan pameran dan promosi cukup tinggi dan mahal.
D . Biaya pameran lebih tinggi daripada biaya promosi barang.
E . Biaya pengeluaran lebih tinggi daripada hasil yang diperoleh.
6. Ekspedisi Pulau Moyo merupakan ekspedisi kelautan pertama yang di lakukan
orang-orang Indonesia. Sebelumnya, tahun 1984, memang pernah digelar ekspedisi
serupa dengan nama Snellius II. Akan tetapi, ekspedisi yang melibatkan sekitar 450
orang ahli dan tekhnisi ini dilaksanakan bersama ahli-ahli kelautan dari Belanda.
Istilah "ekspedisi" pada paragraf di atas dapat diartikan .........
A . penyelidikan untuk menemukan sesuatu
B . penelitian yang melibatkan para pakar
C . perjalanan untuk mendapatkan informasi
D . penyelidikan sesuatu yang sudah diketahui
E . penelitian sumber daya manusia
7. (1) Eskalator atau tangga berjalan tak asing lagi di toko-toko kota besar (2)
Namun, hasil teknologi maju ini mempunyai dampak negatip. (3) Anak didik usia TK
hingga SD suka sekali bermain dengan naik turun di sini. (4) Sebagian orang tua
kadang-kadang tidak peduli akan perilaku ini. (5) Jika terjadi korban karena
terjepit, pihak toko/pengusaha yang jadi kambing hitam.
Frase atributif yang berimbuhan dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat nomor .......
A . 5
B . 4
C . 3
D . 2
E . 1
8. "Insiden" kecil ini mewarnai karya Suwarno, yang kalau tidak salah juga
merupakan disertasinya. Suwarno adalah orang Yogya. Pendeknya, ia hidup di sana
dan merasakan demikian membudaya. Suwarno terlalu mengagumi Hamengku
Buwono IX. Akibatnya buku itu over repetitive, kurang bermutu, dan kurang
perbandingan.
Penggalan resensi di atas merupakan unsur resensi yang menunjukkan .........
A . ketangguhan buku
B . isi pokok buku
C . deskripsi buku
D . kelemahan buku
E . tujuan penulisan buku
9. (1) RSU ini direncanakan merupakan salah satu alternatif tempat pemilihan
pengobatan di kota ini. (2) Di RSU di pasang alat canggih untuk mendeteksi
kelainan jantung. (3) Pengelola RSU berusaha melengkapi pengobatan setingkat
RSU di kota besar. (4) Jika pertambahan penduduk meningkat 2% per tahun, RSU
ini menjadi alternatif pertama dalam pemulihan kesehatan. (5) Ada asuransi bahwa
pelayanan kesehatan bermutu lebih mudah dikenal dari kecanggihan infrastruktur
klinik maupun rumah sakit.
Kalimat yang mengandung fakta tersebut pada nomor .........
A . 1
B . 2
C . 3
D . 4
E . 5
10. Kalimat berikut yang termasuk kalimat majemuk bertingkat adalah .........
A . Saya bersedia membicarakannya, tetapi ia menolak.
B . Orang miskin itu hidupnya sangat menderita bahkan anaknya sakit.
C . Kami ingin menyampaikan usul bahwa pembinaan agama harus ditingkatkan.
D . Masalah ini sangat penting, karena itu Anda harus datang sekarang juga.
E . Semua tugasnya diselesaikan dengan baik, karena itu ia mendapatkan bonus.
Penulisan bentuk kata gabung yang tepat terdapat pada kalimat ........
A . Hubungan antar negara sangat terbuka pada era globalisasi.
B . Perdagangan agrobisnis tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi.
C . Pengembangan bioteknologi harus digalakkan untuk mendapatkan nilai tambahan.
D . Wisatawan manca negara akan berkurang ke Indonesia bila keadaan kurang aman.
E . Subsidi silang sangat diperlukan untuk menyantuni penyandang tuna netra.
Bencana ekologi bukan hanya dialami Indonesia, tetapi juga oleh bangsa-bangsa lain.
Yang termasuk perluasan frasa pada kalimat di atas adalah ........
A . tetapi juga oleh
B . bencana Indonesia
C . ekologi bukan hanya
D . bangsa-bangsa
E . bukan hanya dialami